Doa Mandi Junub
Doa Mandi Junub

Doa Mandi Junub Setelah Haid: Panduan Lengkap Dan Niat

Pengertian Mandi Junub Setelah Haid

Mandi junub adalah mandi wajib yang dilakukan setelah haid. Mandi junub bertujuan untuk membersihkan diri dari hadas besar sehingga dapat kembali melakukan ibadah seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.

Haid adalah darah yang keluar dari rahim wanita yang sudah baligh dan tidak sedang hamil atau melahirkan. Haid biasanya terjadi selama 7-10 hari. Setelah haid selesai, seorang wanita diwajibkan untuk mandi junub untuk menghilangkan hadas besar.

Niat Mandi Junub Setelah Haid

Sebelum melakukan mandi junub, seorang wanita harus berniat terlebih dahulu. Niat mandi junub setelah haid adalah:

Bahasa Arab Bahasa Indonesia
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta’ala.

Niat ini dibaca dalam hati saat mengawali mandi junub.

Tata Cara Mandi Junub Setelah Haid

Tata cara mandi junub setelah haid adalah sebagai berikut:

  1. Basuh tangan terlebih dahulu.
  2. Lepaskan semua pakaian.
  3. Siram kepala hingga basah kuyup sebanyak tiga kali.
  4. Siram tubuh bagian kanan sebanyak tiga kali, kemudian tubuh bagian kiri sebanyak tiga kali.
  5. Keramasi rambut dan janggut (bagi pria).
  6. Gosok seluruh tubuh dengan sabun.
  7. Bilas tubuh hingga bersih.
  8. Pakai pakaian bersih.

Doa Setelah Mandi Junub

Setelah selesai mandi junub, sunnah untuk membaca doa berikut:

Bahasa Arab Bahasa Indonesia
الْحَمْدُ للهِ اَلَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي اْلأَذَى وَعَافَانِي Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dariku hadas dan memberikan kesehatan kepadaku.

Syarat Sah Mandi Junub

Mandi junub sah jika memenuhi beberapa syarat, yaitu:

  1. Menggunakan air yang suci.
  2. Semua anggota tubuh terkena air.
  3. Diiringi dengan niat.
🕵️‍♀️Baca Juga :   Doa Makan Sahur Yang Sempurna Dan Mustajab Untuk Puasa Idul Adha

Sunnah-Sunnah Mandi Junub

Selain syarat sah, terdapat beberapa sunnah saat mandi junub, antara lain:

  1. Membaca basmalah sebelum mandi.
  2. Menggosok gigi.
  3. Membasuh kedua kemaluan.
  4. Membasuh ketiak.
  5. Membasuh sela-sela jari.

Maksiat Meninggalkan Mandi Junub

Meninggalkan mandi junub setelah haid merupakan maksiat yang dapat berakibat dosa. Seorang wanita yang belum mandi junub setelah haid tidak diperbolehkan melakukan ibadah yang mensyaratkan hadas suci, seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.

Dalil Mandi Junub Setelah Haid

Kewajiban mandi junub setelah haid disebutkan dalam beberapa dalil, di antaranya:

  • Surat Al-Baqarah ayat 222.
  • Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.

Waktu Mandi Junub Setelah Haid

Waktu mandi junub setelah haid adalah setelah darah haid berhenti sama sekali. Jika darah haid masih keluar, maka mandi junub belum wajib.

Cara Mengetahui Haid Sudah Bersih

Untuk mengetahui apakah haid sudah bersih, seorang wanita dapat menggunakan kapas atau tisu untuk mengecek. Jika kapas atau tisu sudah berwarna putih bersih, maka haid sudah dianggap bersih.

Doa Buka dan Tutup Keran Saat Mandi Junub

Saat membuka keran, dianjurkan untuk membaca doa:

Bahasa Arab Bahasa Indonesia
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيم Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sedangkan saat menutup keran, dianjurkan untuk membaca doa:

Bahasa Arab Bahasa Indonesia
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Manfaat Mandi Junub

Mandi junub setelah haid memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Menghilangkan hadas besar.
  • Membersihkan diri dari kotoran dan bakteri.
  • Menyegarkan tubuh dan pikiran.
  • Membuat ibadah lebih afdal.

Perbedaan Mandi Junub dan Mandi Wajib Lainnya

Mandi junub berbeda dengan jenis mandi wajib lainnya, seperti mandi besar dan mandi hadats. Perbedaannya terletak pada sebab yang mewajibkan mandi.

🕵️‍♀️Baca Juga :   Panduan Lengkap Doa Usai Menstruasi: Langkah Demi Langkah Untuk Kemurnian Dan Keseimbangan

Mandi junub wajib karena hadas besar, seperti haid, nifas, dan jinabat (keluar mani). Sedangkan mandi besar wajib karena hadas besar yang tidak diiringi hadas kecil, seperti setelah meninggal dunia.

Mandi hadats wajib karena hadas kecil, seperti buang air kecil, buang air besar, dan kentut. Mandi hadats dapat dilakukan dengan cara berwudhu atau mandi.

Mandi Junub Khusus untuk Ibu Nifas

Mandi junub untuk ibu nifas memiliki beberapa perbedaan dengan mandi junub untuk wanita yang sudah selesai haid. Perbedaannya terletak pada waktu wajib mandi dan bacaan niat.

Waktu wajib mandi junub untuk ibu nifas adalah setelah darah nifas berhenti sama sekali. Bacaan niat mandi junub untuk ibu nifas adalah:

Bahasa Arab Bahasa Indonesia
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ النِّفَاسِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardhu karena Allah Ta’ala.

Mandi Junub Khusus untuk Jenazah

Mandi junub untuk jenazah disebut dengan istilah memandikan mayat. Memandikan mayat merupakan kewajiban bagi keluarga atau ahli waris.

Tata cara memandikan mayat berbeda dengan tata cara mandi junub pada umumnya. Perbedaannya terletak pada posisi mayat dan doa yang dibaca.

Mandi Junub Khusus untuk Wanita yang Menstruasi

Mandi junub khusus untuk wanita yang menstruasi disebut dengan istilah mandi haidh. Mandi haidh wajib dilakukan setelah darah haidh berhenti sama sekali.

Tata cara mandi haidh sama dengan tata cara mandi junub pada umumnya. Namun, terdapat beberapa sunnah khusus saat mandi haidh, seperti membaca doa khusus dan mengganti pembalut.

Mandi Junub Khusus untuk Wanita yang Melahirkan

Mandi junub khusus untuk wanita yang melahirkan disebut dengan istilah mandi nifas. Mandi nifas wajib dilakukan setelah darah nifas berhenti sama sekali.

🕵️‍♀️Baca Juga :   Daun Balakacida: Si Pengobatan Alami Untuk Berbagai Penyakit

Tata cara mandi nifas sama dengan tata cara mandi junub pada umumnya. Namun, terdapat beberapa sunnah khusus saat mandi nifas, seperti membaca doa

Check Also

Daun Balakacida

Daun Balakacida: Si Pengobatan Alami Untuk Berbagai Penyakit